Potensi Diri dan Kepemimpinan
Salah satu hal krusial yang dihadapi oleh kita adalah masalah kepemimpinan. Sebab sejarah menunjukan kepemimpinan berbanding lurus dengan kemakmuran. Sayangnya di era sekarang ini tradisi melahirkan pemimpin besar rupanya mulai redup.
Sejatinya setiap manusia berpeluang menjadi pemimpin. Tapi agaknya zaman telah mengarahkan manusia sekedar siap mencari pimpinan.
Maka kita tidak perlu membicarakan para pimpinan yang duduk di sana dengan santai. Justru yang perlu dilakukan adalah membangun jiwa kepemimpinan dalam diri. Membangun jiwa kepemimpinan tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Perlu proses panjang. Sehingga pada akhirnya jiwa itu bisa mengarahkan tanpa menekan, berwibawa tanpa memaksa, lembut tanpa disertai kelemahan.
Potensi kepemimpinan dimulai dari dunia internal. Pimpinlah diri sendiri. Pimpin sesuatu yang sangat dekat, melekat, tidak terlihat, dan seringkali merekalah yang memimpin diri kita. Apabila seseorang dengan mudah memimpin mereka, akan terpancar kharisma kepemimpinan itu dengan sendirinya.
Mereka yang perlu kita pimpin adalah perasaana-perasaan kita, syahwat, dan pikiran. Jika kita sukses membalikan keadaan sebagai orang yang memimpin mereka--bukan dipimpin -- maka tumbuhlah jiwa kepemimpinan dari relung jiwa. Pancaran ketenangan, ketegasan, kepemimpinan, keteguhan, dan aura kepemimpinan pelan-pelan menjadi milik Anda.
Taklukan amarah, emosi, cinta, irasionalitas, kebencian... Jadilah pribadi pengendali, mengendalikan perasaan dan pikiran sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Apabila perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran sudah sesuai dengan kehendak kita, gerbang kepemimpinan itu amat dekat dengan kita.
Namun bila jiwa kita lemah, terbiasa diombang-ambingkan amarah dan perasaan-perasaan lainnya, tidak mungkin potensi diri untuk memimpin itu menjelma ke alam nyata. Bagaimana Anda bisa memimpin, sedangkan Anda selalu kalah di hadapan perasaaan-perasaan Anda sendiri? Bagaimana bisa memimpin jika Anda tidak bisa memimpin diri sendiri.
Memimpin manusia lain lebih mudah dibandingkan memimpin apa yang dalam diri kita. Karena manusia terlihat sedangkan yang di dalam diri itu tidak terlihat. Kita mengetahui apakah seseorang berusaha dominan ataukah tidak? Tetapi kita jarang menyadari apakah kebencian telah mendominasi diri kita atakah tidak. Kita dapat melihat apakah seseorang patuh terhadap perintah ataukah tidak. Namun kita agak sulit mengetahui apakah syahwat kita patuh terhadap kita ataukah sebaliknya, kita yang patuh kepadanya?
Oleh karena itu, keberhasilan menjadi pemimpin atas diri kita adalah langkah awal membuka gerbang jiwa kepemimpinan. Karena dengan sendirinya kharisma dan wibawa itu tumbuh kuat, mengisi sekujur tubuh dan pancaran wajah kita.
#potensi-diri #potensi-diri-kepemimpinan

0 Response to "Potensi Diri dan Kepemimpinan"
Post a Comment