Pemecah Masalah: 21 Karakteristik Kepemimpinan dari John C Maxwell
#14. PEMECAH MASALAH
Kiranya kita tidak memerlukan pengamatan untuk melihat apakah lingkungan sekitar lebih banyak pengeluh ataukah pemberi solusi. Mulai dari media masa, obrolan warung kopi, hingga sudut-sudut kantor memberikan porsi lebih banyak untuk keluhan.
Itulah sebabnya, hanya sedikit orang yang menjadi pemimpin besar. Karakteristik kepemimpinan tidak bisa tawar menawar dengan keahlian ini: pemecah masalah.
Pribadi pemecah masalah dimulai dari sendirinya sendiri. Setiap pribadi tidak mungkin tidak memiliki masalah. Selalu saja ada masalah yang melingkupi setiap insan di muka bumi ini. Jika dilihat dari sisi kepemimpinan, justru setiap masalah itu adalah kebutuhan untuk mengembangkan kapabilitas diri.
Impian dan Masalah -- Setiap tahun biasanya kita melihat ulang impian kita. Impian yang diterjemahkan pada target-target kecil itu menjadi indikator, apakah kita telah berhasil ataukah masih jalan di tempat?
Kita menyimpan sebentuk motivasi dan tekad kuat demi mengukir sejarah kehidupan yang sejahtera. Kitapun merasakan denyut kehidupan dalam diri. Ada sebuah ketidaksabaran ingin melakukan ini, ingin melakukan itu, apapun yang terjadi. Harapan bahwa impian itu segera terwujud bagaikan singa yang meronta-ronta dalam kurungan, ingin segera menikmati impiannya di alam bebas.
Namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit orang yang berguguran sebelum mendapati impiannya. Jangankan oleh badai, angin sepoi-pun membuatnya ambruk. Surut ke belakang. Melupakan tekadnya yang menyala-nyala itu.
Mereka tidak memiliki stamina kuat untuk tetap tegar di hadapan rintangan. Padahal setiap perjalanan menuju gerbang kesuksesan pasti diiringi rintangan. Inilah masalahnya. Sebenarnya bukan seberapa besar rintangan yang menghalangi kita, tetapi betapa kecilnya ketangguhan jiwa kita di hadapan masalah tadi.
Terlalu Besar di Hadapan Masalah - Karakteristik Kepemimpinan dari John C Maxwell secara jelas memasukan pribadi "pemecah masalah" sebagai salah syarat menjadi pemimpin besar. Lalu mengapa banyak orang yang menyerah di hadapan masalah?
Roy Baumesiter pernah mengungkapkan bahwa tekad setiap manusia seperti reservoir air. Masing-masing kita memiliki cadangan tertentu. Namun ketika setiap hari dihadapkan pada masalah: masalah keluarga, anak-anak yang mulai tumbuh besar, tekanan dari atasan, kemacetan menggeroti otak dengan stress... Sedikit demi sedikit masalah-masalah tersebut menyedot cadangan tekad. Itulah mengapa ada banyak yang bertumbangan di tengah jalan, bukan oleh masalah-masalah besar, hanya masalah kecil yang bertumpuk-tumpuk.
Di sinilah akhirnya yang membedakan antara seorang pemimpin dengan orang-orang biasa. Pemimpin, kata John C Maxwell, adalah seorang pemecah masalah. Ia memiliki kapasitas jiwa yang selalu lebih besar daripada masalah yang dihadapinya. Mindset ini tertanam kuat dalam otak dan pikirannya. Ia tahu bahwa Tuhan menciptakan dirinya lebih besar dari setiap masalah yang ada. Seolah-olah masalah itu bagaikan sebutir biji di genggaman tangannya.
Mentalitas semacam ini memberikan kepercayaan diri tinggi dan keyakinan kuat; siapa pemimpinnya? Aku ataukah masalah itu? Dan seorang pemimpin selalu menempatkan dirinya sebagai pemimpin atas masalahnya.
Sedangkan orang-orang biasa menjadikan masalah memimpin diri dan kehidupannya.

0 Response to "Pemecah Masalah: 21 Karakteristik Kepemimpinan dari John C Maxwell (bag 6)"
Post a Comment