#Serial Kepemimpinan John C Maxwell
Pada pos sebelumnya, kita telah mengetahui karakter, komitmen, dan karisma adalah tiga kualitas kepemimpinan yang diajukan John C Maxwell.
Maka berikutnya kita perlu memancangkan kualitas-kualitas lain untuk tegaknya bangunan kepemimpinan.#4. Komunikasi
Komunikasi adalah saluran yang mengalirkan visi misi dan pemikiran seorang pemimpin kepada para bawahannya. Komunikasi yang baik akan merajut sebuah kesatuan visi dalam suatu institusi. Pada gilirannya, satu visi satu hati yang terbentuk dari komunikasi itu membangkitkan daya kerja yang membidik satu target tertentu.
Maka mau tidak mau keahlian dalam komunikasi harus dibangun. Pondasinya harus kuat. Semakin kuat kemampuan komunikasi seorang pemimpin, semakin kokoh spektrum kepemimpinan pada dirinya.
Related Post: Merajut Kualitas Kepemimpinan John Maxwell (bag 1)
#5. Kompetensi
Inilah kualitas pemimpin yang masuk dalam daftar John C Maxwell berikutnya. Kompetensi seorang pemimpin merupakan syarat yang tidak bisa ditawar-tawar. Lemahnya kepemimpinan bisa jadi karena lemahnya kompetensi dirinya. Sebaliknya kompetensi yang mumpuni akan menguatkan sendi-sendi kepemimpinan. Yang pada akhirnya menguatkan pancaran karismanya. Dan pada akhirnya menjadikannya seorang pemimpin besar; pemimpin yang memiliki kekuatan menggerakan tanpa harus menekan. Yang mengarahkan tanpa adanya tekanan. Orang-orang akan mengikutinya bukan karena takut, namun karena penghormatan dan penghargaan kepadanya. Mereka dengan suka rela mendukung dan berani berkorban untuk tujuan yang telah ditetapkan.
Siapapun yang ingin melihat dirinya menjadi seorang pemimpin kompeten, maka ia harus bersedia belajar tanpa henti, terus menerus mengembangkan kemampuan di bidangnya, fokus kepada kompetensi yang ingin dicapai, totalitas dalam menggerakan seluruh kemampuannya, dan pantang takluk di hadapan keputusasaan.
#6. Keberanian
Banyak orang menganggap keberanian sebagai sifat bawaan. Padahal keberanian dapat digali dan disimpan dalam relung jiwa. Seseorang bisa berani bila ia berkomitmen dengan apa yang dipegangnya teguh-teguh. Komitmen yang kuat menjadikannya berani menghadapi resiko demi terpeliharanya komitmen itu.
Keberanian juga bisa timbul apabila kita memegang teguh kebenaran. Kebenaran itu yang sebenarnya melecut seseorang untuk berani. Ketika seseorang berada di pihak yang benar, ia tidak merasakan beban dosa dalam jiwanya. Berbeda dengan orang yang berani namun dalam memperjuangkan sesuatu yang salah, maka jiwanya dipenuhi beban-beban dosa.
Kepemimpinan ala John C Maxwell tidak melepaskan keberanian sebagai bagian penting dalam rajutan jiwa seorang pemimpin. Keberanian itu menular. Jika seorang pemimpin memperlihatkan keberanian tak terpatahkan dalam dirinya, orang-orang akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Mereka juga akan melatih dirinya untuk berani.
0 Response to "Merajut Kualitas Kepemimpinan John Maxwell (bag 2)"
Post a Comment