#Serial Kepemimpinan John C Maxwell
#7. MENGERTI DAN MEMAHAMI
Pemimpin besar akan mengerti dan memahami sebuah masalah, tidak hanya melihat di permukaannya saja melainkan juga menyelami permasalahan tersebut.
Dengan memahami akar masalah, seorang pemimpin dapat mengambil suatu tindakan dengan tepat. Inilah kunci efektifitas pemimpin. Sehingga kerja-kerja institusi maupun perusahaan dapat berjalan dengan sangat efisien. Tidak membuang-buang waktu dan tenaga. Oleh karena itu, John C Maxwell menempatkan kemampuan memahami ini sebagai salah satu syarat mutlak bagi seorang pemimpin.
Related: Merajut Kepemimpinan John C Maxwell (bag 1)
#8. FOKUS
Di urutan ke delapan adalah FOKUS. Artinya ada pemahaman mengenai skala prioritas. Mana yang harus didahulukan dan mana yang harus diabaikan? Setelah menentukan prioritas, seorang pemimpin harus fokus kepada hal tersebut.
Fokus akan menjadikan seluruh tenaga menyatu ke satu arah. Dengan begitu hasil dari setiap kerja memberikan impak yang sangat besar. Berbeda apabila orang mengerjakan sesuatu dengan setengah-tengah alias tidak fokus.
Beberapa penelitianpun mengungkapkan bahwasannya ketika orang fokus dalam mengerjakan sesuatu, ia akan mengalami kondisi yang dinamakan "flow". Kondisi ini memungkinkan orang memiliki kreatifitas tinggi.
Para musisi, seniman, akademisi, dan semua orang yang hebat di bidangnya masing-masing, mengakui bahwa mereka pada kondisi tertentu seolah-olah mendapatkan ilham untuk berkarya. Dan karya itu, yang dikerjakan dalam kondisi fokus dan flow, menjadi karya besar.
Para musisi yang sukses mendapatkan penghargaan grammy award, misalnya, mereka mengakui semua karya-karyanya dikerjakan dalam kondisi dimana jiwa dan pikirannya sedang flow. Ini tidak lain karena adanya fokus. Membidik sasaran dengan tepat. Dan karenaya semua perasaan dan pikiran tercurah, menghasilkan karya besar.
Related: Merajut Kualitas Kepemimpinan Teori John C Maxwell (bag 2)
#9. MURAH HATI
Murah hati bisa diartikan sebagai kesediaan mencurahkan segala daya dan upayanya dan ditujukan bagi kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpin hebat bukan saja menyadari bahwa dirinya ada untuk membantu kesejahteraan orang lain, ia juga sudah "selesai" dengan kehidupannya.
Artinya ia sudah tidak memiliki ambisi apapun untuk dirinya sendiri. Ia sudah cukup dengan semua kehidupan yang dimilikinya. Dan apa yang belum dilakukannya adalah memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Ia menyadari ada sesuatu yang lebih pada dirinya, ada potensi besar, dan hanya lebih besar daripada yang dibutuhkannya. Maka ia membutuhkan saluran, dan saluran itu adalah kemurahan hati.

0 Response to "Merajut Kualitas Kepemimpinan John C Maxwell (bag 3)"
Post a Comment