JK. Rowling dianggap orang berbakat. Ia meracik sebuah cerita yang menyihir jutaan pembaca. Melegenda dan kesuksesannya sulit ditandingi. Serial Harry Potter mendedahkan dirinya menjadi penulis wanita hebat di cakrawala perbukuan.
Tapi tahukah Anda, sedari kecil JK. Rowling sudah mempunyai kebiasaan mereka-reka tokoh fantasi? Ia dengan mudah menciptakan karakter fantasi dalam pikirannya. Lalu menceritakannya pada teman-teman. Agak aneh!
Ia sudah bisa menuliskan cerita dan menuangkannya ke dalam bentuk buku tatkala usianya masih sangat belia. Itulah bakat dasarnya. Bisa saja ia menganggap biasa potensi hebat itu di masa lalu. Mungkin juga ia tidak mengenali potensi dirinya.
Barulah di usia 30-an, ia berani kembali menggali potensi dirinya, sebuah harta karun yang dipendamnya bertahun-tahun. Ia tahu letak passion dirinya. Ia tahu bakat berceritanya. Dan sebuah TEKAD membaja mengisi sekujur tubuhnya. "Aku harus menuliskannya." Dia benar-benar menuliskan cerita yang ilhamnya datang ketika ia naik kereta api.
Dalam keadaan finansial yang sangat buruk, ia tidak menyerah. Philosoper's Stone, seri pertama Harry Potter, diselesaikannya. Setelah selesai tugas lain menantinya. Buku itu harus diterbitkan. Mencari penerbit yang bersedia bukanlah sesuatu yang mudah.
Sebagaimana ciri dari perjuangan, harus ada usaha terus menerus tanpa lelah. Ia berkali-kali menyodorkan naskahnya ke para penerbit dan hasilnya adalah penolakan. Kisah pilunya belum berakhir. Karena kemiskinannya, bahkan ia tidak memiliki uang untuk foto copy naskanya. Namun kegigihannya mampu menghancurkan semua rintangan. Ia KETIK ULANG naskah setebal itu agar bisa mengirimkannya pada penerbit yang lain.
Dan setiap perjalanan pasti memiliki ujung. Christoper Bloomburry adalah ujung dari perjalanan tak kenal lelah Joane Kathleen Rowling. Agen itu bersedia menerbitkan Harry Potter and Philosopher's Stone.
Titik akhir dari perjuangan merupakan awal dari sebuah kesuksesan. Bukunya yang dirilisnya menjadi serial. Bukan hanya serial cerita, juga serial kesuksesan penulisnya.
Kisah JK. Rowling merupakan kombinasi dari bakat yang dibalut tekad. Namun awalnya adalah mengenali potensi diri. Kenali potensi diri Anda. Beberapa langkah berikut untuk mengenali potensi diri.
#Tuliskan Kesukaan Anda
Christopher Bloomsburry
Christopher Bloomsburry
Tuliskan apa saja yang menjadi kesukaan Anda. Misalnya kesukaan menulis puisi, melukis, makanan, dan lain sebagainya. Ingatlah kesukaan Anda. Urutkan berdasarkan skala, contohnya suka, sangat suka, suka 100%. Termasuk yang dianggap aneh sebagaimana JK. Rowling yang suka membuat tokoh fiktif dalam imajinasinya.
#Bawa Kesukaan Anda pada Peluang yang Ada
Anda yang suka makan dan kuliner bisa melihat bagaimana lingkungan bisa menjadi pendukung bagi kesuksesan Anda. Beberapa daerah memiliki budaya "makan di luar" sangat kental. Mereka bisa menghabiskan beberapa persen pendapatan hanya untuk menimati kuliner.
#Commercialize Bakat dan Hobby Anda
Bakat dan hobby yang dikombinasikan dengan strategi bisnis bisa menjadi jalan menjemput rezeki. Kita bisa berada di puncak kesuksesan dengan mengolah bakat dan hobi, sekaligus mendapatkan kebahagiaan tersendiri dalam menikmati hobi itu.
Kenali Potensi Diri Anda, dan biarkan orang lain mengenal siapa Anda.
#potensi-diri #kenali-potensi-diri
0 Response to "Kenali Potensi Diri Anda, Orang akan Mengenal Anda"
Post a Comment