Gaya Kepemimpinan
Kita mengenal berbagai kepemimpinan inspiratif, mulai dari Ford hingga Toyoda. Dari Bill Gates hingga Larry Page. Dari Mahatma Gandhi hingga Sukarno. Masing-masing membawa gaya tersendiri. Unik. Dan terkadang, gaya tersebut merupakan tuntutan dari situasi yang mereka hadapi.
Gaya kepemimpinan Steve Jobs tidak bisa dibandingkan dengan Soekarna. Selain bidang yang berbeda, zaman dan situasinya pun berbeda. Adakalanya suatu bangsa memerlukan pemimpin besar, yang memberikan visi, inspirasi, dan keteguhan bagi para rakyatnya. Adakalanya suatu bangsa juga memerlukan pemimpin yang terbuka, akuntabel, dan demokratis.
Masing-masing gaya kepemimpinan memberikan impak yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Ketika zaman perang, mungkin kita perlu seorang pemimpin yang pemberani, kstaria, petarung hebat, atau pemimpin yang mampu membakar api keberanian dan pengorbanan rakyatnya.
Namun ketika berada di zaman di era kompetisi global, kita memerlukan pemimpin yang berubah dari seorang petarung menjadi seorang negarawan. Yang mengayomi kebutuhan-kebutuhan rakyatnya, memberikan jalan bagi kesejahteraan, dan mengatur kehidupan rakyat hingga tercipta masyarakat madani.
KERANGKA ACUAN
Para ahli dan periset telah menciptakan sebuah kerangka, sehingga kita dan siapapun dapat membangun gaya kepemimpinan sesuai kehendak masing-masing.
Berikut beberapa pendekatan sebagai acuan untuk membangun gaya kepemimpinan Anda.
#1. OtokratisInti dari gaya kepemimpinan otokratis adalah terpusatnya peran pemimpin dalam mengambil keputusan. Keterlibatan bawahan sangat terbatas. Kita dapat melihat lebih jelas gaya kepemimpinan otokratis dengan memperhatikan ciri-cirinya.
- Wewenang dalam mengambil keputusan sepenuhnya berada di tangan pemimpin
- Hampir semua keputusan dibuat oleh pemimpin
- Adanya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan keputusan
- Tidak ada ruang bagi bawahan untuk memberikan pertimbangan lain
- Komunikasi terjadi satu arah
Gaya kepemimpinan demokratis menekankan adanya kerja sama antara pimpinan dan bawahan dalam mencapai tujuan. Setiap kebijakan biasanya dirumuskan bersama.
Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- Adanya kesetaraan dalam merumuskan kebijakan.
- Pemimpin bisa memberikan wewenangnya kepada bawahan,
- Terjadi komunikasi dua arah
- Ide-ide dapat muncul dari para pemimpin maupun bawahan,
- Sangat penting membangun sikap saling menghargai antara pimpinan dan bawahan
Ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut.
- Pemimpin memberikan keleluasaan kepada bawahan dalam mengambil inisiatif, dengan batasan-batasan tertentu.
- Penghargaan kepada bawahan yang berprestasi sangat diperlukan.
- Pemimpin memberikan dukungan kepada para bawahan, baik fasilitas maupun moral.

0 Response to "3 Gaya Kepemimpinan: Pilih Yang Paling Tepat "
Post a Comment