Potensi Diri Kewirausahaan
Tapi zaman telah berubah. Dahulu orang-orang selalu menginginkan dan mengarahkan anaknya untuk menjadi pegawai. Menjadi pegawai atau karyawan sebuah perusahaan dianggap dapat menaikan status sosial. Maka mereka berlomba-lomba mendidik anaknya agar rajin belajar. Mendapatkan peringkat di sekolah. Lalu ketika lulus dapat dengan mudah menjadi karyawan perusahaan. Orang-orang yang bergerak di wirausaha; berniaga dan membangun usahanya di bidang informal, dianggap ber-status rendah.
Kini ketika ledakan ekonomi menghamburkan berbagai peluang dan kesempatan, orang-orang mulai berbondong-bondong pindah ke kuadran kanan. Tidak lagi bermimpi menjadi orang gajian, tetapi bagaimana caranya dapat menggaji orang. Ledakan digital adalah penggerak hebat yang menyeret dunia bisnis ke level yang berbeda. Setiap orang dengan mudah masuk dan menjadi bagian ledakan ekonomi.
Maka dengan berbagai peluang besar itu, bahkan anak-anak sekolahpun bisa menghasilkan uang jutaan rupiah hanya bermodal akses internet. Mereka bisa menjual barang ataupun jasa. Dari situ pundi-pundi kekayaan terus mengalir.
Sejatinya, setiap kita menyimpan potensi diri termasuk di kewirausahaan. Potensi diri untuk menjadi wirausahawan sukses lebih besar daripada peluang menjadi seorang yang berkarir seumur hidup sebagai seorang karyawan.
Ribuan orang terketuk menjadi anggota besar dari perkumpulan wirausahan sukses. Mereka memenuhi panggilan jiwa untuk bekerja sesuai passion dan gairah jiwa. Ini juga tentang keberanian hidup sebagai diri sendiri apa adanya.
Jika Anda suka dengan dunia gambar: jadilah arsitek, desainer, drafter, seni rupa, desain interior, mode. Kesempatan sukses di bidang yang kita sukai lebih besar karena energi kita tersedot ke sana. Kita memberikan semua yang terbaik. Dengan begitu potensi diri untuk berkembang terbuka lebar.
Jika Anda suka di bidang niaga, jadilah wiraniaga handal, ahli marketing, pengusaha, atau entrepreneur sejati. Bekerja dengan gairah di dalamnya akan meng-hebatkan setiap usaha yang kita kerjakan.
Cita-cita dalam jiwa itu tidak boleh luntur bila ingin tetap hidup penuh gairah. Apa saja yang menjadi pertimbangan dalam meraih cita-cita?
#1. Usia
Selagi muda jangan pernah menyerahkan waktu percuma pada hal-hal yang dapat menghancurkan diri sendiri. Cita-cita membutuhkan banyak energi dan stamina. Mumpung masih muda, masih ada waktu terbentang panjang dan ribuan kesempatan sedang menanti kedatangan kita. Potensi diri dalam kewirausahaan masih dapat digali sebanyak-banyaknya untuk langkah sukses selanjutnya.
#2. Kemampuan
Untuk semua cita-cita, lihatlah kemampuan inti kita. Bergeraklah dengan kemampun inti tersebut. Tanpa kemampuan, cita-cita hanyalah angan-angan tanpa akar yang kuat. Akan mudah goyah dan lenyap.
Buatlah target yang melebihi kemampuan diri. Cara ini bisa membangkitkan dan mengembangkan kemampuan diri yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
#3. Ekplorasi Diri
Kegiatan eksplorasi ini sangat mengasyikan. Kita berkelana dan berkenalan dengan diri sendiri lalu melihat potensi hebat yang ada di dalamnya. Inilah inti dari potensi diri di bidang kewirausahaan. Melihat peluang lalu memberdayakannya.
0 Response to "Potensi Diri Kewirausahaan: Zaman Telah Berubah"
Post a Comment