Kepemimpinan Blue Ocean Strategy
![]() |
| Elizabeth Holmes termasuk jajaran pebisnis dengan Blue Ocean Strategy |
Sebuah fakta dari buku Blue Ocean Strategy mengungkapkan hanya 30% karyawan yang berkomitmen terhadap kerjanya, 50% hanya melakukan apa yang disebut "menghabiskan" waktu, dan 20% memperlihatkan ketidakpuasannya di tempat kerja, memberi pengaruh negatif kepada koleganya, bolos kerja, dan melakukan pelayanan seadanya kepada para pelanggan.
Angka-angka dalam fakta yang dirilis itu menyiratkan perlunya membentuk kepemimpinan, khususnya dalam dunia bisnis. Leadership atau kepemimpinan yang buruk merupakan salah satu penyebab utama lemahnya kinerja perusahaan.
Kepemimpinan adalah memberikan pelayanan. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakaah pelayanan yang Anda berikan "dibeli" atau "tidak dibeli" oleh para bawahannya. Dalam konteks ini, seorang pemimpin ibarat seorang sales. Ia harus bisa menawarkan produknya berupa performa, baik kepribadian maupun kinerja, kepada para customernya. Dalam hal ini tentu saja bawahan adalah customernya.
Jika customer (bawahan) menghargai kepemimpinan Anda, mereka akan membeli kepemimpinan Anda. Sebaliknya, jika mereka tidak membeli kepemimpinan itu, secara otomatis mereka tidak terhubung dengan diri Anda.
KEPEMIMPINAN YANG DICETUSKAN BLUE OCEAN STRATEGY
#1. Fokus kepada Action
Kepemimpinan Blue Ocean Strategy difokuskan kepada action pemimpin untuk membakar api motivasi bawahannya. Juga difokuskan untuk meraih hasil gemilang perusahaannya. Bukannya fokus kepada apa yang dibutuhkan pemimpin. Seluruhnya harus diarahkan kepada action dan kerja-kerja positif.
#2. Terhubung dengan Pasar
Kepemimpinan Blue Ocean Strategy mengisyaratkan, semua orang yang terlibat langsung dengan kenyataan di pasar mesti diminta untuk memberikan masukan-masukan. Masukan (input) ini kemudian diolah sedemikian rupa, lalu diubah menjadi strategi yang dapat mereka gunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada customer.
Ketika seseorang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan dengan pemimpin, biasanya mereka akan termotivasi untuk melakukan apa yang telah ditetapkan bersama. Adanya keterikatan antara bawahan dan pimpinan menciptakan atmosfir kondusif untuk lahirnya sebuah kerja sama yang positif.
#3. Mendistribusikan Kepemimpinan ke Segala Level
Kepemimpinan Blue Ocean Strategy didesain agar terjadi distribusi kepemimpinan ke tiga level,yakni Top, Middle, dan Frontline. Masing-masing pemimpin di tiga level tersebut memiliki perbedaan tugas yang sangat berbeda dan juga wewenang yang berbeda pula. Masing-masing pemimpin didesain dan dibentuk untuk memberikan IMPAK yang signifikan bagi perusahaan. Ini inti dari kepemimpinan itu.

0 Response to "Kepemimpinan yang dibentuk Blue Ocean Strategy"
Post a Comment