Visioner! Seorang entrepreneur jelas harus memiliki karakter ini. Kemampuan melihat apa yang harus terjadi di masa depan adalah kelihaian lain yang menjadi faktor kesuksesan seseorang.
Entrepreneur, kata Ciputra, ketika melihat lahan mati, kumuh, panas, dan tidak manusiawi harus dapat melihat bahwa lahan itu tumbuh dengan gedung-gedung megah, terjadi kegiatan perekonomian di dalamnya, dan menjadi magnet baru roda kehidupan.
Dalam jiwanya harus ada kepemimpinan yang visioner, mengarahkan diri sendiri dan orang lain menuju gerbang-gerbang masa depan. Wawasannya jauh melenggang di depan. Semua langkahnya selalu berorientasi kepada hasil. Ia seolah-olah sudah berada di masa depan yang dilihatnya secara mental.
Bagaimana Anda bermimpi menjadi seorang entrepreneur dan bebas secara finansial, namun berkutat-kutat dengan masalah yang mendera saat ini. Mental cengeng ini sungguh merusak impian besar Anda. Anda memiliki angan-angan, bukan visi.
“Suatu saat nanti seluruh rumah di dunia ini akan menggunakan komputer dan Windows menjadi sistem operasinya“–Bill GatesJika Anda mengatakan hal serupa, bisa saja semua dunia tidak percaya. Namun anak muda itu, Bill Gates, mengubah mimpinya menjadi kenyataan. Inilah kekuatan visi. Ia sudah melihat bagaimana produk-produknya berada di setiap rumah jauh sebelum menciptakan Windows itu sendiri. Bahkan "aha" moment seorang Bill Gates adalah, "Saya menjual produk sebelum saya membuatnya."
Jiwa yang visioner memiliki keyakinan tak terpatahkan akan mimpinya. Meskipun ia masih di "sini" namun ia mengetahui tempatnya di "sana." Oleh karenanya ia mengetahui semua jalan yang mengarah kepada tercapainya visi itu.
Jika Anda memiliki visi yang kuat, bahkan Anda lupa akan sarapan Anda. -- Bill GatesVisi yang kuat itu merayapi semua syaraf-syaraf, dan membuat pikiran Anda senantiasa tertuju ke sana. Bagaimana Anda mengatakan punya visi kalau hari ini masih duduk leyeh-leyeh di depan gadget, membaca tulisan-tulisan kering gizi?
Visi merupakan nektar harum dari imajinasi Anda, diiringi sebuah intuisi jernih. Hari ini hampir sulit mengatakan bahwa semua orang terhubung dengan komputer, baik langsung maupun tidak langsung. Padahal 30 tahun yang lalu tidak ada imajinasi yang mencapainya. Namun beberapa orang telah dengan imajinasinya. Itu-lah visi yang diungkapkan Bill Gates.
KERJA KERAS
Visi itu memang harus dibayar dengan kerja keras. Ketika visi telah menjadi vitalitas seseorang, semua langkahnya menjadi sangat inspirasional. Impaknya adalah kemampuan untuk menggerakan orang lain. Dan kekuatan apa lagi yang lebih kuat daripada kekuatan menggerakan orang lain?
Saya melakukan action yang besar dan segera. -- Bill GatesAksi besar adalah kerja keras. Anda harus bangun dari tidur panjang Anda. Berjibaku dengan kenyataan. Bersedia memberikan syarat-syarat yang disodorkan oleh visi itu.
MOMENTUM
Hal ini ibaratnya seperti karet ban bertemu dengan jalan aspal. Jika Anda berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan punya visi ke mana teknologi akan menuju namun tidak mengambil aksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses -- Bill Gates
Ketika visi itu sudah sangat jelas, Anda-pun memiliki intuisi jernih atasnya, maka langkah berikutnya adalah mengambil momentum itu. Tidak jarang orang ide brilian, seterusnya terkubur karena tidak pernah mengambil aksi untuk menjawab panggilan visi itu.

0 Response to "Ingin Berjiwa Visioner? Inilah Cara Bill Gates Menemukan Visinya"
Post a Comment