Hidup Adalah Pilihan: Bagaimana Mengetahui Pilihan Anda sudah Tepat

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang Hidup Adalah Pilihan: Bagaimana Mengetahui Pilihan Anda sudah Tepat. Yang sangat berguna dan semoga bermanfaat bagi sahabat Vita Miracle Magnet Silahkan berikan komentar dan masukan anda disini,agar blog ini akan tetap aktif dan update terus dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat untuk kita semua. Baca juga tentang postingan saya sebelumnya :

Hidup adalah Pilihan


Ada fase di mana seseorang kebingungan menentukan arah hidupnya. Entah terkait dengan karir atau lain sebagainya. Ketika menentukan sebuah pilihan hidup terkadang kita tidak benar-benar tahu apakah keputusan itu benar atau salah.

Tidak jarang seseorang mengalami penyesalan di masa usia senjanya karena salah menentukan pilihan hidup. Ketika itu ia melontarkan pertanyaan penting, seperti yang diucapkan Brendon Buchard, "Apakah aku benar-benar menjalani sebuah kehidupan? Apakah aku mencintai kehidupan yang aku pilih? Apakah aku melakukan sesuatu yang benar-benar penting?"

Ada beberapa pilihan hidup yang pasti membuat kita menyesalinya di akhir usia. Apa saja pilihan hidup itu? 

Berikut beberapa pilihan hidup dari berbagai orang yang akhirnya hidup dalam penyesalan. 

#1. Tidak Benar-benar "Hidup"
Seringkali kita membiarkan kecemasan dan ketakutan menggerogoti dan menjauhkan kita dari kehidupan luar biasa yang dapat kita raih. Banyak hal yang ingin sekali dilakukan, namun tidak pernah kita lakukan. Kita takut menggapai impian-impian hati lalu membatalkan kehidupan luar biasa yang bisa kita jalani.

Orang-orang lanjut usia yang menyesali kehidupannya senantiasa berpikir bahwa ia ingin kembali ke masa muda, hidup tanpa dikendalikan kecemasan dan ketakutan. Lalu berjuang menciptakan amazing life bagi dirinya. Tidak peduli berapa kali jatuh. Tidak peduli berapa kali gagal. Bangkit kembali dan terus berjuang. Keberanian memperjuangkan impian itu sudah merupakan kebahagiaan.

#2. Tidak Memenuhi Panggilan Hati
Dalam 7 Habits, Stephen Covey berkata bahwa sebenarnya kita tidak pernah membuat cita-cita untuk diri kita sendiri. Menurutnya, orang-orang sukses bukanlah orang yang memiliki cita-cita hidup, melainkan orang yang memenuhi panggilan hatinya.

Hidup adalah pilihan
Elizabeth Holmes
Hampir semua mendengar alunan hati, sebuah ajakan halus sekaligus kuat, bahwa "Inilah jalan hidupmu jika kamu ingin bahagia." Hanya saja banyak yang mengabaikan panggilan hati itu.

Dara cantik di samping adalah Elizabeth Holmes. Ia adalah contoh bagaimana panggilan hati memberikan nilai bagi kehidupan.

Di usia 19 tahun ia mendirikan perusahaan, Theranos. Ia masih duduk di bangku kuliah. Mendirikan perusahaan itu bermula dari panggilan hati: to help people, menolong sesama.

Dan ketika harus menentukan pilihan hidup, ia meminta izin kepada orang tuanya berhenti kuliah dan membangun bisnisnya.  Apa yang dikatakan orang tuanya, "Go for it!" Kejar impianmu, begitu kira-kira. Dan kini perusahaanya sudah bernilai lebih dari 90 triliun rupiah.



#3. Tidak Mengejar Impian Hidup
Salah satu penyesalan yang diungkapkan adalah penyesalan karena selama masa usia produktif mereka tidak mengejar impian hidup. Mereka malah mengerjakan banyak hal yang tidak terkait dengan impian mereka sendiri.

Kita diberkahi waktu. Rata-rata manusia bekerja selama 40 hingga 60 jam dalam seminggu. Pekerjaan yang hanya menghasilkan keluhan dan kesedihan berdampak besar terhadap kehidupan pribadi.

Berbagai peluang besar berserakan di mana-mana sedangkan kita hidup dalam dunia yang muram dan suram. Memang mengejar impian tidak mudah, namun hidup itu pilihan. Kita diberi anugerah memiliki kemampun memilih jalan sesuai dengan keinginan. Apakah kita benar-benar menggunakan anugerah ini?

#4. Membiarkan Iri Hati Menang atas Kita
Iri hati rupanya berdampak besar pada lumbung-lumbung kebahagiaan. Iri hati ibarat hama tikus yang tak pernah berhenti menggeroti. Pada moment-moment tertentu ketika seseorang menyadari betapa ia sudah menjalani perjalanan panjang dalam hidupnya, ia dapat melihat iri hati sebagai kerikil tajam di jalan kebahagiaan. 

#5. Terus menerus Membandingkan 
 Penyesalan berikutnya adalah kebiasaan membandingkan. Pembandingan yang dilakukan membuat seseorang lupa untuk menikmati hidupnya. Masing-masing memiliki perjalanan yang berbeda, membandingkan keberhasilan kita dengan orang lain lebih banyak melahirkan dampak negatif.

Mereka yang menyesal itu menginginkan kompetisi, bukan dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri. Berkompetisi dengan diri sendiri merupakan obat bagi kecemasan, karena banyak orang cemas karena membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain.

#6. Membiarkan Pendapat Orang Menghalangi Usaha
Mengapa kita memilih mendengarkan apa kata orang lain dibandingkan mempercayai intuisi dari relung hati? Seandainya kita berada dalam kondisi orang-orang di usia senja yang menyesali mengapa dirinya tidak hidup di atas pendapatnya sendiri, kita pasti akan mengubah cara pandang negatif ini.

Hidup dengan menyesuaikan pendapat dan opini orang lain sama saja dengan memberikan kehidupan kita pada orang lain. Dan tak satupun jiwa manusia yang menyukai hal seperti ini. Dan inilah sumber penyesalan itu.


#7. Terlalu Banyak Barang yang Kita Kumpulkan
Entah karena apa, ada semacam syahwa yang mengikat emosi manusia untuk selalu mengumpulkan berbagai macam barang. Rupanya dari sekian penyesalan -- yang biasa dirasakan orang-orang menjelang kematiannya -- adalah mereka terlalu banyak mengumpulkan barang-barang. Padahal tidak semua barang itu digunakan atau dimanfaatkan.

Mungkin kita harus belajar dari Steve Jobs yang mengatakan janganlah kita memasukan banyak barang ke rumah kita. Masukan barang yang hanya memberi kegunaan maksimal. Simple dan Minimal.

Terakhir, hidup memang adalah sebuah pilihan. Kita diberi kebebasan untuk memilih. Tetapi kita tidak bisa menolak konsekwensi dari pilihan yang kita buat. Kita bisa memilih apakah diam di rel kereta api, ataukah menjauh dari kereta api. Tapi kita tidak mungkin menghindari akibat dari semua pilihan yang kita ambil.




Sekian artikel yang dapat saya bagikan tentang Hidup Adalah Pilihan: Bagaimana Mengetahui Pilihan Anda sudah Tepat

. Jangan lupa berikan komentar anda dan silahkan tinggalkan link blog anda di Vita Miracle Magnet Demikianlah artikel ini saya sampaikan,silahkan Like dan Share,Berikut ini adalah permalink postingan ini : https://vitamiraclemagnetpro.blogspot.com/2014/08/hidup-adalah-pilihan-bagaimana.html

0 Response to "Hidup Adalah Pilihan: Bagaimana Mengetahui Pilihan Anda sudah Tepat"

Post a Comment