Potensi Diri mirip dengan gunung es, hanya sedikit saja yang terlihat. Sedangkan bagian yang tidak terlihatnya sangat besar.Potensi Diri manusia terdiri dari potensi fisik maupun non fisik. Jika kita tidak benar-benar memanfaatkan kedua potensi ini, berarti kita menyia-nyiakan anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita semua. Ada banyak potensi diri positif yang sudah melekat sejak lahir. Sayangnya tidak sedikit manusia yang lebih senang menenggelakan dirinya pada citra diri yang negatif.
Potensi Diri menurut Edwi Arief Sosiawan adalah
potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.Mempelajari potensi diri adalah mempelajari kelemahan dan kekuatan diri kita sendiri. Dengan begitu kita menilai diri kita dengan lebih objektif, tidak terlalu berlebihan maupun meremehkan diri sendiri.
# Jangan Lupakan Potensi Diri
Awal dari kelupaan itu biasanya karena kita lebih sering melihat sisi lemahnya daripada sisi positifnya. Misalnya karena lahir dari keluarga yang kekurangan, ia kemudian minder. Minder itu merupakan tolak ukur bagaimana ia mengukur siapa dirinya. Dengan rasa minder itu ia mendramatisasi kekurangan dirinya, seakan-akan dirinya dilahirkan dari bahan "kemiskinan."
Sulit berkembang merupakan salah satu efek dari rasa minder. Orang minder biasanya mudah tersinggung, sulit membangun jaringan, dan menghindari dari orang. Akibatnya ia terkurung dengan pikirannya sendiri; tidak ada informasi yang masuk dari luar. Sehingga kesempatanpun akan sulit menemukan dirinya.Rasa minder itu membunuh potensi diri positif dalam dirinya.
#Penyebab Minder atau Tidak Percaya Diri
- Lebih suka mengembangkan sikap negatif. Misalnya merasa malu dengan keadaan fisik ataupun keadaan ekonomi. Padahal rasa malu yang bukan pada tempatnya akan mengubur potensi diri yang bisa mengubah nasib ke arah lebih baik.
- Takut disalahkan. Karena mungkin semenjak kecil kurang dihargai oleh orang-orang terdekat, maka kita seringkali takut di"vonis" salah ketika melakukan sesuatu. Sebenarnya kita harus memberikan toleransi kepada kita sendiri manakala melakukan kesalahan. Setiap kesalahan pasti memberikan pembelajaran tertentu.
- Kita lebih senang mendengarkan pendapat orang lain dibandingkan pendapat sendiri. Karenanya kita tidak terlatih untuk percaya diri.
- Kita mungkin dibesarkan di lingkungan yang tidak mempunyai kepercayaan diri sehingga secara tidak sadar kita meniru (imitasi) terhadap perilaku yang tidak percaya diri tersebut.
0 Response to "Potensi Diri Menurut Para Ahli"
Post a Comment