Teori Ciduk & Ember
Masing2 dari kita memiliki ember yg tak tampak. Ember tersebut terus menerus diisi & dikosongkan, tergantung dari apa yg dikatakan & dilakukan orang terhadap kita. Ketika ember kita penuh, kita merasa SÅNGÅT BAIK. Ketika kosong, kita merasa buruk.
Masing2 dari kita juga memiliki sebuah ciduk yg tak tampak.
Ketika kita menggunakan ciduk utk mengisi 'ember' org lain (dgn mengatakan/melakukan hal yg dapat menambah emosi POSITIF orang tersebut), OTOMATIS kita juga mengisi ember kita sendiri.
Jika kita menggunakan ciduk utk mengambil dari 'ember' orang lain (dgn mengatakan/melakukan hal negatif padanya), OTOMATIS kita mengurangi isi milik kita sendiri.
Air, digambarkan sebagai energi positif. Ember penuh, memberikan pandangan positif & energi BARU, setiap tetes membuat kita LEBIH KUAT & OPTIMIS, ember kosong meracuni pandangan kita, melemahkan energi & merusak harapan.
Apa pilihan Anda ? Saling mengisi ember / menciduk isi ember mereka ?
A. Vita Herlina, S.Sos
Mindset Trainer
www.vitamindsettrainer.blogspot.com
Pin 2AF7F67A
God's time may not be my time, but He is ALWAYS RIGHT ON TIME
HIS TIME, not mine
0 Response to "Teori Ciduk & Ember"
Post a Comment